Rapat Rutin yang dipimpin Ketua Pengadilan Agama Muaradua untuk meningkatkan kualitas kinerja Pegawai

Berita Utama
Typography

pa.muaradua.go.id - Rabu, 9 Oktober 2019 Pengadilan Agama Muaradua mengadakan agenda rapat rutin dan pembinaan yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Muaradua Elmishbah Ase, S.H.I, Iskandar S.H.I selaku Wakil Ketua, H.Khairuddin S.Ag.,S.H.,M.HI Panitera dan Sekretaris Sutarja, S.Sos. Di ruang sidang Kantor Pengadilan Agama Muaradua sekitar pukul 14.00 Rapat dimulai dan dibuka langsung oleh Sekretaris. Adapun materi yang disampaikan sebagai berikut :

Sekretaris menyampaikan tentang Realisasi Anggaran DIPA 04 telah 100% telah di gunakan untuk 5 perkara prodeo di Pengadilan Agama Muaradua. Sedangkan DIPA 01 Untuk Belanja Pegawai sekitar 32,8% yang sudah terserap, Belanja Barang sekitar 64,87%, dan Belanja Modal sekitar 89,8%. Menurut Sekretaris Anggaran DIPA masih aman untuk kedepannya sampai dengan akhir tahun.Selanjutnya Panitera membahas masalah SIPP yang harus di tingkatkan terus dan mengingatkan tentang e-letigasi yang harus di aplikasikan saat tahun 2020 menjelang.

"Dan di ingatkan untuk eksekusi 9 Aplikasi dari Badilag paling lambat 25 November 2019, maka dari itu dihimbau untuk bagian IT untuk sudah berangsur memulai download aplikasi yang di share oleh badilag", ujar Panitera.

Selanjutnya, Ketua Elmishbah Ase, S.H.I menyampaikan hasil rapat beliau di PTA Palembang yang salah satunya mengenai izin Hakim ke Luar Negeri, disini disampaikan bahwa hakim yang akan tugas, kuliah atau jalan-jalan harus mendapat izin dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama. Dan disampaikan juga untuk menjadi percontohan E-Letigasi yaitu Pengadilan APlembang, Pengadilan Sekayu dan Pengadilan Kayuagung.

"Untuk masalah Aplikasi SIKEP, saya minta tolong kepada Kasubbag Kepegawaian untuk mengisi semua data pegawai dengan lengkap. Dan untuk kepaniteraan mohon masalah tabayyun yang menjadi masalah nasional saat ini harus lebih diperhatikan. Kita harus konfirmasi 1X24 jam dengan Pengadilan yang kita mohon bantuan, menanyakan apakah surat permohonan tabayyun sudah diterima dan dieksekusi dan bagaimana progresnya", jelas Ketua.

Rapat berlangsung lebih kurang selama 3 jam dan berlangsung dengan khidmat, yang akhirnya ditutup dengan tanya jawab dari Pegawai.